Kamis, 03 Mei 2018

Berita 10

Banyak Proyek Baru, BSDE Optimis Recurring Income Bisa Kontribusi 25% di Tahun 2020.


     PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) emiten properti ini optimis, kontribusi pendapatan berulang (recurring income) akan mencapai 25 persen. Hal ini diharapkan dapat terjadi dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.
"Dalam lima tahun ke depan, recurring income kami akan berkisar 20–25 persen dengan penambahan properti, perkantoran, maupun mal yang akan dibangun di BSD maupun lokasi lain di Jakarta,” kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, di Tangerang, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, saat ini posisi recurring income perseroan terhadap total pendapatan baru sekitar 16–20 persen. Raihan tersebut bergantung pada tinggi atau rendahnya realisasi pendapatan dari penjualan properti.
"Hingga saat ini recurring income porsinya masih 16-20 persen. Nanti kami harap bisa meningkat dengan adanya proyek baru," terangnya.
Pada tahun ini, tambah Hermawan, proyek yang akan menambah recurring income dan akan dibukukan dalam laporan pendapatan konsolidasian berasal dari pembangunan Green Office Park di BSD, serta proyek yang digarap oleh anak usaha PT Duta Pertiwi Tbk, yakni South Gate yang berada di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Untuk pembangunan Green Office Park dan South Gate berasal dari belanja modal (capital expendicture/capex). Untuk pembangunan satu gedung Green Office Park, Perseroan menganggarkan Rp250 miliar hingga Rp300 miliar, sedangkan pembangunan South Gate nilai investasi secara keseluruhan sebesar Rp2,6 triliun.
Sementara, terakit pengembangan kota mandiri BSD, pihaknya menyatakan jika perseroan memiliki Surat Keputusan (SK) dari pemerintah untuk mengembangkan lahan seluas 6.000 hektare. Dari besaran luas lahan tersebut, jumlah cadangan lahan atau landbank Perseroan sekitar 2.500 di daerah Serpong, Tangerang. Untuk itu, pada tahap ketiga pengembangan ada potensi bisa membebaskan lahan sekitar 800–900 hektare.

Berita 9

Jual Tanah, BSDE Optimis Capai Marketing Sales Rp7,3 Triliun


      Manajemen PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyatakan jika pihaknya tengah melakukan proses penjualan lahan kepada salah satu pihak yang belum bisa disebutkan namanya.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya menyebutkan jika nilai transaksi penjualan lahan tersebut mencapai sebesar Rp1,5 triliun. Hal tersebut akan mendukung target perseroan untuk mengantongi marketing sales yang sebesar Rp7,3 triliun di tahun ini. Dimana, sekitar Rp3,54 triliun berasal dari penjualan residensial.
"Target marketing sales 2017 Rp7,3 triliun. Dari Rp7,3 triliun memang ada Rp1,5 triliun porsi penjualan lahan. Sampai sekarang sudah hampir final. Oleh karena itu kita cukup yakin angka Rp7,3 triliun akan tercapai," katanya, di Tanggerang, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pada 2016 ada penjualan lahan ke JV Company, yaitu Mitsubishi. Ini membuat pendapatan perseroan melonjak. Pola penjualan (lahan) yang signifikan akan terjadi di tahun mendatang. Pasanya, marjin laba yang diperoleh dari penjualan lahan relatif lebih tinggi, dibandingkan marjin penjualan properti terbangun.
"Kita welcome terhadap semua partner atau yang beli langsung BSD, yang pada akhirnya membantu membangun kawasan BSD secara keseluruhan," tambahnya.
Adapun penjualan lahan milik Perseroan hingga kuartal pertama 2017 telah mencapai Rp840 miliar. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur BSDE, Franciscus Xaverius RD, menambahkan untuk joint venture dengan Mitsubishi, di antaranya desain, kematangan lahan, dan sebagainya.
"Kemungkinan antara kuartal III, IV tahun ini atau awal tahun depan baru akan dibangun konstruksinya," tukasnya.
Meski begitu, dia belum bisa menyebutkan jumlah unit rumah yang akan dibangun. Perseroan dan Entitas Anak telah menyiapkan produk dalam pipeline yang akan menjadi pendorong marketing sales pada tahun ini, yaitu apartemen Klaska di Surabaya, South Gate Residence di kawasan TB Simatupang, Aerium di Taman Permata Buana.

Berita 8

Tambah Saham di PLIN, BSDE Suntik Dana Rp197,62 Miliar


PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terus melakukan penambahan kepemilikan saham di PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN). Belum lama ini, yakni pada 31 Oktober 2017 lalu, perseroan kembali melakukan penambahan kepemilikan saham dengan membeli sebanyak 62,55 juta lembar saham.
Untuk menebus pembelian saham tersebut, Bumi Serpong Damai menghabiskan dana sekitar Rp197,62 miliar. Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai Christy Grasella mengatakan jumlah saham yang dibeli adalah 33.913.458 lembar dengan harga Rp3.157 per saham atau sekitar Rp107,06 miliar
"Lalu, sebanyak 28,63 juta lembar pada harga Rp3.158 atau senilai Rp90,55 miliar," katanya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/11/2017).
Lebih lanjut dirinya mengatakan, tujuan dari penambahan kepemiikan saham tersebut adalah untuk investasi. Dengan penambahan tersebut, total kepemilikan saham BSDE di PLIN meningkat menjadi 1.421.195.766 lembar saham.
Sebagai catatan, alasan dan latar belakang transaksi penambahan kepemilikan saham BSDE di PLIN adalah karena Plaza Indonesia Realty memiliki aset utama di lokasi yang strategis. Dengan adanya transaksi, BSDE akan mendapatkan tambahan laba bersih.
Di samping itu, nilai pasar aset perseroan juga berpotensi meningkat. Hal itu dikarenakan dalam jangka panjang pendapatan Bumi Serpong Damai dapat lebih terjaga lantaran ditunjang dengan pendapatan berulang yang stabil dari aset PLIN.

Berita 7

Laba PT Bumi Serpong Damai Tumbuh 2 Kali Lipat


    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) kembali menorehkan rapor hijau dalam kinerja keuangannya. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan yang tergabung dalam Grup Sinarmas ini berhasil meraup keuntungan sebesar Rp2,3 triliun.
Capaian ini tumbuh hampir dua kali lipat dari realisasi keuntungan perusahaan pada periode yang sama tahun lalu Rp1,15 triliun. Tumbuhnya pendapatan usaha perusahaan diduga menjadi salah satu alasan membumbungnya keuntungan perusahaan pada kuartal tiga tahun ini.
Direktur Bumi Serpong Damai Lie Jani Harjanto mengatakan pendapatan usaha pada kuartal tiga tahun ini mencapai Rp5,82 triliun atau bertumbuh 37,91%, sedangkan pendapatan usaha pada sembilan bulan pertama tahun lalu hanya mencapai Rp4,27 triliun. Tingginya pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan dapat mengkompensasi peningkatan beban pokok penjualan yang meningkat menjadi Rp1,56 triliun.
Hal tersebut membuat margin laba bersih perusahaan ikut menebal ke angka 39,50% dari posisi sebelumnya 27,07%. "Pendapatan usaha perusahaan didominasi oleh penjualan tanah dan bangunan yang mencapai Rp4,24 triliun, sedangkan untuk penjualan tanah dan bangunan strata title nilainya mencapai Rp590,8 miliar," katanya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (26/10).
Sementara untuk pendapatan sewa, nilainya mencapai Rp631,12 miliar. Terkait marketing sales atau penjualan pemasaran, perseroan menargetkan hingga akhir tahun ini dapat membukukan angka sebesar Rp7,2 triliun.

Berita 6

Tambah Saham di PLIN, BSDE Suntik Dana Rp197,62 Miliar


       PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terus melakukan penambahan kepemilikan saham di PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN). Belum lama ini, yakni pada 31 Oktober 2017 lalu, perseroan kembali melakukan penambahan kepemilikan saham dengan membeli sebanyak 62,55 juta lembar saham.
Untuk menebus pembelian saham tersebut, Bumi Serpong Damai menghabiskan dana sekitar Rp197,62 miliar. Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai Christy Grasella mengatakan jumlah saham yang dibeli adalah 33.913.458 lembar dengan harga Rp3.157 per saham atau sekitar Rp107,06 miliar
"Lalu, sebanyak 28,63 juta lembar pada harga Rp3.158 atau senilai Rp90,55 miliar," katanya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/11/2017).
Lebih lanjut dirinya mengatakan, tujuan dari penambahan kepemiikan saham tersebut adalah untuk investasi. Dengan penambahan tersebut, total kepemilikan saham BSDE di PLIN meningkat menjadi 1.421.195.766 lembar saham.
Sebagai catatan, alasan dan latar belakang transaksi penambahan kepemilikan saham BSDE di PLIN adalah karena Plaza Indonesia Realty memiliki aset utama di lokasi yang strategis. Dengan adanya transaksi, BSDE akan mendapatkan tambahan laba bersih.
Di samping itu, nilai pasar aset perseroan juga berpotensi meningkat. Hal itu dikarenakan dalam jangka panjang pendapatan Bumi Serpong Damai dapat lebih terjaga lantaran ditunjang dengan pendapatan berulang yang stabil dari aset PLIN.

Berita 5

BSDE Ambil Alih Sinarmas MSIG Tower

 PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, PT Duta Cakra Pesona baru saja melakukan penandatanganan perjanjian pengalihan terhadap perjanjian pengikatan jual beli unit Sinarmas MSIG Tower milik PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG. Melalui hal ini kedua belah pihak sepakat untuk mengalihkan 35.989,44 meter persegi yang merupakan bagian dari MSIG Tower ke Bumi Serpong Damai.
Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan luasan lahan tersebut merupakan unit yang berada dari lantai basement sampai dengan 17 (refugee floor) dan lantai 40 sampai lantai 46. Adapun nilai transaksi dalam pengalihan tersebut mencapai Rp954,29 miliar.
"Antara perseroan, pembeli dan penjual memiliki hubungan afiliasi. Komisaris utama pembeli Michael Jackson Purwanto Widjaja dan wakil presiden direktur perseroan, dengan Indra Widjaja selaku Presiden Komisaris penjual dan Ivena Widjaja selaku Wakil Presiden Direktur perseroan," katanya di Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/11/2017).
Lebih lanjut dirinya mengatakan dengan ditandatangani pengalihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan berulang perusahaan dalam jangka panjang. "Dengan ditandatangani perjanjian ini, akan memberikan dampak positif terhadap sinergi bisnis usaha properti perseroan," tutupnya.

Berita 4

Properti Stagnan, Keuntungan BSD Melonjak 173%

        PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan laba bersih Rp4,92 triliun pada 2017 atau naik 173% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,80 triliun.
Hermawan Wijaya, Direktur Perseroan, menuturkan kenaikan laba bersih didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 57% menjadi Rp10,35 triliun secara year-on-year.
Pendapatan usaha BSDE naik signifikan seiring dengan peningkatan marketing sales sebesar 16% menjadi Rp7,23 triliun pada tahun lalu dari Rp6,25 triliun pada 2016. Beberapa proyek-proyek baru yang menyokong marketing sales antara lain West Park, Alegria Park, Avezza, The Savia di kawasan BSD City, Apartemen Southgate di TB Simatupang, dan Klaska Residence di Surabaya.
"Kami bangga karena mampu membukukan kinerja yang meningkat pada tahun 2017 di tengah industri properti yang stagnan. Ke depan, kami yakin dapat menjaga konsistensi pertumbuhan kinerja ini yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin membaik," kata Hermawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Di sisi lain, jumlah aset bertambah sebesar Rp7,41 triliun menjadi Rp45,95 triliun, terutama karena peningkatan investasi dalam saham setelah penambahan kepemilikan saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) serta penambahan yang cukup signifikan dalam properti investasi meningkat signifikan karena penambahan unit-unit Sinarmas MSIG Tower.
Adapun posisi kas dan setara kas akhir tahun 2017 berada di angka Rp5,79 triliun yang dikontribusikan dari penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan utang bank jangka panjang dan obligasi.
Sementara jumlah ekuitas juga meningkat kuat menjadi Rp29,20 triliun. Dengan kekuatan fundamental tersebut, BSDE akan terus melanjutkan ekspansi pada tahun ini dengan meluncurkan proyek-proyek baru.
"Kami juga telah menetapkan target marketing sales tahun ini sebesar Rp7,20 triliun. Sejumlah proyek baru disiapkan BSDE pada tahun ini termasuk The Zora di BSD City serta Apartemen Southgate di TB Simatupang dan Klaska Residence di Surabaya," pungkasnya.