Inilah Faktor Fundamental PT Bumi Serpong Damai
Perusahaan properti, PT Bumi serpong Damai Tbk(BSDE) menjadi salah satu pilihan teratas di kalangan investor untuk kategori saham properti di sektornya. Apa saja faktor fundamentalnya?
Menurut sejumlah laporan dari perusahaan sekuritas, saham BSDE mendapat rekomendasi BUY (BELI) dengan rata-rata target harga di atas Rp2.000 per aham. Hal ini terutama didukung oleh fundamental BSDE yang sangat kuat, serta proyeksi profitabilitas yang cemerlang ke depan.
Nomura, salah satu erusahaan jasa investasi ternama asal Jepang, dalam laporannya yang diterbitkan ada 26 April 2016 merekomendasikan BUY untuk saham BSDE dengan target harga Rp2.400 per saham, demikian mengutip laporann perseroan kepada BEI, Kamis (2/6/2016).
Menurut Nomura, BSDE memiliki semua kriteria yang iperlukan untuk menjadikannya sebagai top pick di industri properti Indonesia. Sejumlah kriteria itu antara lain arus kas BSDE yang masih sangat kuat, sejumlah pipeline proyek unggulan, tingkat profitabilitas yang tinggi. Serta kekuatan BSDE di segmen pasar menengah dan sejarah membuktikan BSDE mampu melewati naik-turun siklus properti dengan baik.
Total Aset Naik
Dari sisi fundamental, BSDE semakin memperkokoh fundamental perusahaan dengan melakukan penambahan aset senilai Rp672 miliar sepanjang 3 bulan pertama tahun ini. Total Aset BSDE naik Rp672 miliar menjadi Rp36,7 triliun dibandingkan dengan posisi pada akhir 2015 ebesar Rp36,02 triliun.
Kenaikan ini dipicu lonjakan permintaan akan proyek perusahaan yang terbukti memiliki kualitas unggul. Seiring investasi di sejumlah proyek, kas BSDE hingga kuartal pertama tahun ini terkoreksi menjadi Rp5,65 triliun dari Rp6,11 triliun per 31 Desember 2015.
Peran Anak Usaha
Pada triwulan pertama tahun ini, SDE telah meluncurkan 3 klaster residensial di BSD City yaitu Sevilla Park, Vanya park Anartha Housedan The Mozia Amarine. Selain itu, di pipeline proyek BSDE, perusahaan melalui Entitas Anak, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) akan memulai pembangunan tahap pertama kawasan mixed-use di Jakarta Selatan dan apartemen Aerium di Jakarta Barat pada kuartal IV tahun ini.
Penjualan Lahan
Selain itu, BSDE tengah dalam tahap akhir pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan anak usaha PT Astra International Tbk, yakni PT Astratel Nusantara, dan PT Transindo Karya untuk mengejar target konstruksi tol Serpong-Balaraja tahun ini. BSDE berpotensi mendapat tambahan pendapatan dari penjualan lahan miliknya kepada konsorsium.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan tahap pertama dari ruas tol sepanjang 30 km tersebut. BSDE juga berencana melakukan akuisisi lahan pada tahun ini di beberapa lokasi yang sudah memiliki zin lokasi dan yang sudah dikembangkan, antara lain di Serpong, Bekasi dan ibubur.
Cadangan Lahan
Ekspansi lahan merupakan langkah strategis untuk menopang pengembangan proyek BSDE secara berkesinambungan. Hingga 31 Maret 2016, luas tanah yang belum dikembangkan milik BSDE mencapai 3.954,88 hektare dengan cadangan lahan paling luas berada di proyek BSD City, yaitu mencapai 2.307 hektare, yang tersebar di Tangerang, Bogor, dan Surabaya.
Sementara itu, sisanya tersebar di Jakarta, Palembang, Cibubur, Bekasi, Samarinda dan Balikpapan. Dengan sejumlah proyek dan rencana ekspansi tersebut, Nomura menilai BSDE memiliki probalitias tinggi, yaitu mencapai 7% atau di atas rata-rata industri properti yang sebesar 6%.
Menurut sejumlah laporan dari perusahaan sekuritas, saham BSDE mendapat rekomendasi BUY (BELI) dengan rata-rata target harga di atas Rp2.000 per aham. Hal ini terutama didukung oleh fundamental BSDE yang sangat kuat, serta proyeksi profitabilitas yang cemerlang ke depan.
Nomura, salah satu erusahaan jasa investasi ternama asal Jepang, dalam laporannya yang diterbitkan ada 26 April 2016 merekomendasikan BUY untuk saham BSDE dengan target harga Rp2.400 per saham, demikian mengutip laporann perseroan kepada BEI, Kamis (2/6/2016).
Menurut Nomura, BSDE memiliki semua kriteria yang iperlukan untuk menjadikannya sebagai top pick di industri properti Indonesia. Sejumlah kriteria itu antara lain arus kas BSDE yang masih sangat kuat, sejumlah pipeline proyek unggulan, tingkat profitabilitas yang tinggi. Serta kekuatan BSDE di segmen pasar menengah dan sejarah membuktikan BSDE mampu melewati naik-turun siklus properti dengan baik.
Total Aset Naik
Dari sisi fundamental, BSDE semakin memperkokoh fundamental perusahaan dengan melakukan penambahan aset senilai Rp672 miliar sepanjang 3 bulan pertama tahun ini. Total Aset BSDE naik Rp672 miliar menjadi Rp36,7 triliun dibandingkan dengan posisi pada akhir 2015 ebesar Rp36,02 triliun.
Kenaikan ini dipicu lonjakan permintaan akan proyek perusahaan yang terbukti memiliki kualitas unggul. Seiring investasi di sejumlah proyek, kas BSDE hingga kuartal pertama tahun ini terkoreksi menjadi Rp5,65 triliun dari Rp6,11 triliun per 31 Desember 2015.
Peran Anak Usaha
Pada triwulan pertama tahun ini, SDE telah meluncurkan 3 klaster residensial di BSD City yaitu Sevilla Park, Vanya park Anartha Housedan The Mozia Amarine. Selain itu, di pipeline proyek BSDE, perusahaan melalui Entitas Anak, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) akan memulai pembangunan tahap pertama kawasan mixed-use di Jakarta Selatan dan apartemen Aerium di Jakarta Barat pada kuartal IV tahun ini.
Penjualan Lahan
Selain itu, BSDE tengah dalam tahap akhir pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan anak usaha PT Astra International Tbk, yakni PT Astratel Nusantara, dan PT Transindo Karya untuk mengejar target konstruksi tol Serpong-Balaraja tahun ini. BSDE berpotensi mendapat tambahan pendapatan dari penjualan lahan miliknya kepada konsorsium.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan tahap pertama dari ruas tol sepanjang 30 km tersebut. BSDE juga berencana melakukan akuisisi lahan pada tahun ini di beberapa lokasi yang sudah memiliki zin lokasi dan yang sudah dikembangkan, antara lain di Serpong, Bekasi dan ibubur.
Cadangan Lahan
Ekspansi lahan merupakan langkah strategis untuk menopang pengembangan proyek BSDE secara berkesinambungan. Hingga 31 Maret 2016, luas tanah yang belum dikembangkan milik BSDE mencapai 3.954,88 hektare dengan cadangan lahan paling luas berada di proyek BSD City, yaitu mencapai 2.307 hektare, yang tersebar di Tangerang, Bogor, dan Surabaya.
Sementara itu, sisanya tersebar di Jakarta, Palembang, Cibubur, Bekasi, Samarinda dan Balikpapan. Dengan sejumlah proyek dan rencana ekspansi tersebut, Nomura menilai BSDE memiliki probalitias tinggi, yaitu mencapai 7% atau di atas rata-rata industri properti yang sebesar 6%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar