Kamis, 03 Mei 2018

Berita 10

Banyak Proyek Baru, BSDE Optimis Recurring Income Bisa Kontribusi 25% di Tahun 2020.


     PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) emiten properti ini optimis, kontribusi pendapatan berulang (recurring income) akan mencapai 25 persen. Hal ini diharapkan dapat terjadi dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.
"Dalam lima tahun ke depan, recurring income kami akan berkisar 20–25 persen dengan penambahan properti, perkantoran, maupun mal yang akan dibangun di BSD maupun lokasi lain di Jakarta,” kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, di Tangerang, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, saat ini posisi recurring income perseroan terhadap total pendapatan baru sekitar 16–20 persen. Raihan tersebut bergantung pada tinggi atau rendahnya realisasi pendapatan dari penjualan properti.
"Hingga saat ini recurring income porsinya masih 16-20 persen. Nanti kami harap bisa meningkat dengan adanya proyek baru," terangnya.
Pada tahun ini, tambah Hermawan, proyek yang akan menambah recurring income dan akan dibukukan dalam laporan pendapatan konsolidasian berasal dari pembangunan Green Office Park di BSD, serta proyek yang digarap oleh anak usaha PT Duta Pertiwi Tbk, yakni South Gate yang berada di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Untuk pembangunan Green Office Park dan South Gate berasal dari belanja modal (capital expendicture/capex). Untuk pembangunan satu gedung Green Office Park, Perseroan menganggarkan Rp250 miliar hingga Rp300 miliar, sedangkan pembangunan South Gate nilai investasi secara keseluruhan sebesar Rp2,6 triliun.
Sementara, terakit pengembangan kota mandiri BSD, pihaknya menyatakan jika perseroan memiliki Surat Keputusan (SK) dari pemerintah untuk mengembangkan lahan seluas 6.000 hektare. Dari besaran luas lahan tersebut, jumlah cadangan lahan atau landbank Perseroan sekitar 2.500 di daerah Serpong, Tangerang. Untuk itu, pada tahap ketiga pengembangan ada potensi bisa membebaskan lahan sekitar 800–900 hektare.

Berita 9

Jual Tanah, BSDE Optimis Capai Marketing Sales Rp7,3 Triliun


      Manajemen PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyatakan jika pihaknya tengah melakukan proses penjualan lahan kepada salah satu pihak yang belum bisa disebutkan namanya.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya menyebutkan jika nilai transaksi penjualan lahan tersebut mencapai sebesar Rp1,5 triliun. Hal tersebut akan mendukung target perseroan untuk mengantongi marketing sales yang sebesar Rp7,3 triliun di tahun ini. Dimana, sekitar Rp3,54 triliun berasal dari penjualan residensial.
"Target marketing sales 2017 Rp7,3 triliun. Dari Rp7,3 triliun memang ada Rp1,5 triliun porsi penjualan lahan. Sampai sekarang sudah hampir final. Oleh karena itu kita cukup yakin angka Rp7,3 triliun akan tercapai," katanya, di Tanggerang, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pada 2016 ada penjualan lahan ke JV Company, yaitu Mitsubishi. Ini membuat pendapatan perseroan melonjak. Pola penjualan (lahan) yang signifikan akan terjadi di tahun mendatang. Pasanya, marjin laba yang diperoleh dari penjualan lahan relatif lebih tinggi, dibandingkan marjin penjualan properti terbangun.
"Kita welcome terhadap semua partner atau yang beli langsung BSD, yang pada akhirnya membantu membangun kawasan BSD secara keseluruhan," tambahnya.
Adapun penjualan lahan milik Perseroan hingga kuartal pertama 2017 telah mencapai Rp840 miliar. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur BSDE, Franciscus Xaverius RD, menambahkan untuk joint venture dengan Mitsubishi, di antaranya desain, kematangan lahan, dan sebagainya.
"Kemungkinan antara kuartal III, IV tahun ini atau awal tahun depan baru akan dibangun konstruksinya," tukasnya.
Meski begitu, dia belum bisa menyebutkan jumlah unit rumah yang akan dibangun. Perseroan dan Entitas Anak telah menyiapkan produk dalam pipeline yang akan menjadi pendorong marketing sales pada tahun ini, yaitu apartemen Klaska di Surabaya, South Gate Residence di kawasan TB Simatupang, Aerium di Taman Permata Buana.

Berita 8

Tambah Saham di PLIN, BSDE Suntik Dana Rp197,62 Miliar


PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terus melakukan penambahan kepemilikan saham di PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN). Belum lama ini, yakni pada 31 Oktober 2017 lalu, perseroan kembali melakukan penambahan kepemilikan saham dengan membeli sebanyak 62,55 juta lembar saham.
Untuk menebus pembelian saham tersebut, Bumi Serpong Damai menghabiskan dana sekitar Rp197,62 miliar. Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai Christy Grasella mengatakan jumlah saham yang dibeli adalah 33.913.458 lembar dengan harga Rp3.157 per saham atau sekitar Rp107,06 miliar
"Lalu, sebanyak 28,63 juta lembar pada harga Rp3.158 atau senilai Rp90,55 miliar," katanya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/11/2017).
Lebih lanjut dirinya mengatakan, tujuan dari penambahan kepemiikan saham tersebut adalah untuk investasi. Dengan penambahan tersebut, total kepemilikan saham BSDE di PLIN meningkat menjadi 1.421.195.766 lembar saham.
Sebagai catatan, alasan dan latar belakang transaksi penambahan kepemilikan saham BSDE di PLIN adalah karena Plaza Indonesia Realty memiliki aset utama di lokasi yang strategis. Dengan adanya transaksi, BSDE akan mendapatkan tambahan laba bersih.
Di samping itu, nilai pasar aset perseroan juga berpotensi meningkat. Hal itu dikarenakan dalam jangka panjang pendapatan Bumi Serpong Damai dapat lebih terjaga lantaran ditunjang dengan pendapatan berulang yang stabil dari aset PLIN.

Berita 7

Laba PT Bumi Serpong Damai Tumbuh 2 Kali Lipat


    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) kembali menorehkan rapor hijau dalam kinerja keuangannya. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan yang tergabung dalam Grup Sinarmas ini berhasil meraup keuntungan sebesar Rp2,3 triliun.
Capaian ini tumbuh hampir dua kali lipat dari realisasi keuntungan perusahaan pada periode yang sama tahun lalu Rp1,15 triliun. Tumbuhnya pendapatan usaha perusahaan diduga menjadi salah satu alasan membumbungnya keuntungan perusahaan pada kuartal tiga tahun ini.
Direktur Bumi Serpong Damai Lie Jani Harjanto mengatakan pendapatan usaha pada kuartal tiga tahun ini mencapai Rp5,82 triliun atau bertumbuh 37,91%, sedangkan pendapatan usaha pada sembilan bulan pertama tahun lalu hanya mencapai Rp4,27 triliun. Tingginya pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan dapat mengkompensasi peningkatan beban pokok penjualan yang meningkat menjadi Rp1,56 triliun.
Hal tersebut membuat margin laba bersih perusahaan ikut menebal ke angka 39,50% dari posisi sebelumnya 27,07%. "Pendapatan usaha perusahaan didominasi oleh penjualan tanah dan bangunan yang mencapai Rp4,24 triliun, sedangkan untuk penjualan tanah dan bangunan strata title nilainya mencapai Rp590,8 miliar," katanya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (26/10).
Sementara untuk pendapatan sewa, nilainya mencapai Rp631,12 miliar. Terkait marketing sales atau penjualan pemasaran, perseroan menargetkan hingga akhir tahun ini dapat membukukan angka sebesar Rp7,2 triliun.

Berita 6

Tambah Saham di PLIN, BSDE Suntik Dana Rp197,62 Miliar


       PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terus melakukan penambahan kepemilikan saham di PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN). Belum lama ini, yakni pada 31 Oktober 2017 lalu, perseroan kembali melakukan penambahan kepemilikan saham dengan membeli sebanyak 62,55 juta lembar saham.
Untuk menebus pembelian saham tersebut, Bumi Serpong Damai menghabiskan dana sekitar Rp197,62 miliar. Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai Christy Grasella mengatakan jumlah saham yang dibeli adalah 33.913.458 lembar dengan harga Rp3.157 per saham atau sekitar Rp107,06 miliar
"Lalu, sebanyak 28,63 juta lembar pada harga Rp3.158 atau senilai Rp90,55 miliar," katanya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/11/2017).
Lebih lanjut dirinya mengatakan, tujuan dari penambahan kepemiikan saham tersebut adalah untuk investasi. Dengan penambahan tersebut, total kepemilikan saham BSDE di PLIN meningkat menjadi 1.421.195.766 lembar saham.
Sebagai catatan, alasan dan latar belakang transaksi penambahan kepemilikan saham BSDE di PLIN adalah karena Plaza Indonesia Realty memiliki aset utama di lokasi yang strategis. Dengan adanya transaksi, BSDE akan mendapatkan tambahan laba bersih.
Di samping itu, nilai pasar aset perseroan juga berpotensi meningkat. Hal itu dikarenakan dalam jangka panjang pendapatan Bumi Serpong Damai dapat lebih terjaga lantaran ditunjang dengan pendapatan berulang yang stabil dari aset PLIN.

Berita 5

BSDE Ambil Alih Sinarmas MSIG Tower

 PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, PT Duta Cakra Pesona baru saja melakukan penandatanganan perjanjian pengalihan terhadap perjanjian pengikatan jual beli unit Sinarmas MSIG Tower milik PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG. Melalui hal ini kedua belah pihak sepakat untuk mengalihkan 35.989,44 meter persegi yang merupakan bagian dari MSIG Tower ke Bumi Serpong Damai.
Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan luasan lahan tersebut merupakan unit yang berada dari lantai basement sampai dengan 17 (refugee floor) dan lantai 40 sampai lantai 46. Adapun nilai transaksi dalam pengalihan tersebut mencapai Rp954,29 miliar.
"Antara perseroan, pembeli dan penjual memiliki hubungan afiliasi. Komisaris utama pembeli Michael Jackson Purwanto Widjaja dan wakil presiden direktur perseroan, dengan Indra Widjaja selaku Presiden Komisaris penjual dan Ivena Widjaja selaku Wakil Presiden Direktur perseroan," katanya di Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/11/2017).
Lebih lanjut dirinya mengatakan dengan ditandatangani pengalihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan berulang perusahaan dalam jangka panjang. "Dengan ditandatangani perjanjian ini, akan memberikan dampak positif terhadap sinergi bisnis usaha properti perseroan," tutupnya.

Berita 4

Properti Stagnan, Keuntungan BSD Melonjak 173%

        PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan laba bersih Rp4,92 triliun pada 2017 atau naik 173% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,80 triliun.
Hermawan Wijaya, Direktur Perseroan, menuturkan kenaikan laba bersih didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 57% menjadi Rp10,35 triliun secara year-on-year.
Pendapatan usaha BSDE naik signifikan seiring dengan peningkatan marketing sales sebesar 16% menjadi Rp7,23 triliun pada tahun lalu dari Rp6,25 triliun pada 2016. Beberapa proyek-proyek baru yang menyokong marketing sales antara lain West Park, Alegria Park, Avezza, The Savia di kawasan BSD City, Apartemen Southgate di TB Simatupang, dan Klaska Residence di Surabaya.
"Kami bangga karena mampu membukukan kinerja yang meningkat pada tahun 2017 di tengah industri properti yang stagnan. Ke depan, kami yakin dapat menjaga konsistensi pertumbuhan kinerja ini yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin membaik," kata Hermawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Di sisi lain, jumlah aset bertambah sebesar Rp7,41 triliun menjadi Rp45,95 triliun, terutama karena peningkatan investasi dalam saham setelah penambahan kepemilikan saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) serta penambahan yang cukup signifikan dalam properti investasi meningkat signifikan karena penambahan unit-unit Sinarmas MSIG Tower.
Adapun posisi kas dan setara kas akhir tahun 2017 berada di angka Rp5,79 triliun yang dikontribusikan dari penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan utang bank jangka panjang dan obligasi.
Sementara jumlah ekuitas juga meningkat kuat menjadi Rp29,20 triliun. Dengan kekuatan fundamental tersebut, BSDE akan terus melanjutkan ekspansi pada tahun ini dengan meluncurkan proyek-proyek baru.
"Kami juga telah menetapkan target marketing sales tahun ini sebesar Rp7,20 triliun. Sejumlah proyek baru disiapkan BSDE pada tahun ini termasuk The Zora di BSD City serta Apartemen Southgate di TB Simatupang dan Klaska Residence di Surabaya," pungkasnya.

Rabu, 02 Mei 2018

Berita 3

BSDE Bakal Terbitkan Obligasi US$250 Juta.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui salah satu entitas usahanya, Global Prime Capital (GPC) Pte Ltd bakal menerbitkan obligasi senior dalam bentuk dolar AS senilai US$250 juta. GPC sendiri merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki perseroan yang didirikan di negeri Singa Putih, Singapura.
Menurut keterangan perusahaan, surat utang tersebut bakal memiliki tingkat bunga 7,25% dan jatuh tempo pada 2021 mendatang. Surat utang ini rencananya akan dijamin oleh Perseroan dan beberapa anak perusahaan dan akan ditawarkan di luar negeri dan Amerika Serikat.
Terkait rencana ini, pada 23 April 2018 Perseroan telah menandatangani Purchase Agreement dengan Citigroup Global Markets Singapore Pte Ltd dan UBS AG Cabang Singapura, BNP Paribas, Credit Suisse selaku pembeli awal. Dana yang diraih GPC dari penerbitan surat utang ini setelah dikurangi biaya-biaya akan disalurkan ke dalam Global Prime Treasury (GPT), anak usaha sepenuhnya GPC melalui pengambil bagian modal saham tambahan GPT dan efek yang bersfikat ekuitas berkelanjutan yang akan dikeluarkan oleh GPT.
Selanjutya, GPT akan menyalurkan dana tersebut melalui pinjaman kepada perseroan berdasarkan perjanjian antara perusahaan dan akan digunakan perseroan untuk pembiayaan kembali utang yang ada dan belanja modal serta modal kerja.

Berita 2

Laba PT Bumi Serpong Damai Meroket 144,6 Persen, Tembus Rp 2 Triliun


Sinarmas Land

Perusahaan properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan lonjakan laba bersih lebih dari dua kali lipat selama semester pertama tahun ini.
Emiten properti ini membukukan Pendapatan Usaha dengan pertumbuhan 46,8 persen secara year-on-year, sementara Laba Bersih meroket 144,6 persen pada semester pertama tahun 2017.
Pendapatan Usaha BSDE pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp 4,21 triliun, melonjak dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 2,87 triliun.
Seiring kenaikan Pendapatan Usaha dan efisiensi beberapa biaya yang telah dilakukan, Laba Bersih BSDE pada semester I - 2017 mencapai Rp 2,01 triliun, melonjak drastis dari posisi yang sama pada tahun lalu senilai Rp 821,80 miliar. Laba per saham juga meningkat 144 persen, dari Rp 42,7 per saham pada periode Semester I-2016 menjadi Rp 104,44 per saham pada periode Semester I - 2017 ini.
Beban bunga, misalnya, mampu ditekan menjadi Rp 282,83 miliar pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 320,94 miliar. Selain itu, walaupun penjualan naik signifikan, Beban Usaha hanya naik tipis dari Rp 1 triliun pada semester pertama tahun 2016 menjadi Rp 1,14 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Sinarmas Land

BSDE juga memiliki neraca keuangan dan kas yang sehat. Kas BSDE meningkat sebesar Rp 1,83 triliun, dari Rp 3,57 triliun per akhir tahun 2016 menjadi Rp 5,40 triliun pada Semester I - 2017. Sementara itu, Jumlah Aset juga melonjak Rp 3,83 triliun secara year-to-date menjadi Rp 42,12 triliun dan Jumlah Ekuitas naik Rp 1,97 triliun menjadi Rp 26,32 triliun pada Semester I-2017 dibandingkan dengan periode akhir tahun 2016 sebesar Rp 24,35 triliun.
“Kawasan BSD City masih menjadi penopang utama penjualan perusahaan. Kami harapkan marketing sales akan lebih tinggi pada semester kedua ini seiring dengan makin kuatnya perekonomian dan rencana BSDE untuk meluncurkan proyek-proyek baru yang dinanti para konsumen,” tutur Direktur BSDE Hermawan Wijaya dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hermawan, juga menambahkan, kenaikan Pendapatan Usaha sepanjang Semester I - 2017 didorong oleh tingginya hasil marketing sales BSDE pada tahun-tahun sebelumnya. Raihan marketing sales sepanjang Semester I - 2017 yang sebesar Rp 2,5 triliun tersebut setara dengan 35 persen dari target marketing sales selama tahun 2017 sebesar Rp 7,2
Adapun, penjualan residensial masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Secara lebih rinci, penjualan residensial sepanjang 6 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 1 triliun.
Sementara itu, penjualan produk komersial mencapai Rp 631 miliar. Penjualan ruko selama semester pertama tahun ini tercatat naik 7 persen menjadi Rp 326,92 miliar, dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 304,80 miliar.
Selain itu, BSDE juga membukukan penjualan lahan sebesar Rp 840 miliar dari proyek joint venture dengan Mitsubishi Corporation, yang merupakan bagian dari penjualan lahan seluas 19 hektar atau senilai total Rp 1,4 triliun, yang mana tahap pertama telah dibukukan pada kuartal terakhir tahun 2016.

Berita 1

Inilah Faktor Fundamental PT Bumi Serpong Damai


Perusahaan properti, PT Bumi serpong Damai Tbk(BSDE) menjadi salah satu pilihan teratas di kalangan investor untuk kategori saham properti di sektornya. Apa saja faktor fundamentalnya? 

Menurut sejumlah laporan dari perusahaan sekuritas, saham BSDE mendapat rekomendasi BUY (BELI) dengan rata-rata target harga di atas Rp2.000 per aham. Hal ini terutama didukung oleh fundamental BSDE yang sangat kuat, serta proyeksi profitabilitas yang cemerlang ke depan.

Nomura, salah satu erusahaan jasa investasi ternama asal Jepang, dalam laporannya yang diterbitkan ada 26 April 2016 merekomendasikan BUY untuk saham BSDE dengan target harga Rp2.400 per saham, demikian mengutip laporann perseroan kepada BEI, Kamis (2/6/2016).

Menurut Nomura, BSDE memiliki semua kriteria yang iperlukan untuk menjadikannya sebagai top pick di industri properti Indonesia. Sejumlah kriteria itu antara lain arus kas BSDE yang masih sangat kuat, sejumlah pipeline proyek unggulan, tingkat profitabilitas yang tinggi. Serta kekuatan BSDE di segmen pasar menengah dan sejarah membuktikan BSDE mampu melewati naik-turun siklus properti dengan baik.

Total Aset Naik
Dari sisi fundamental, BSDE semakin memperkokoh fundamental perusahaan dengan melakukan penambahan aset senilai Rp672 miliar sepanjang 3 bulan pertama tahun ini. Total Aset BSDE naik Rp672 miliar menjadi Rp36,7 triliun dibandingkan dengan posisi pada akhir 2015 ebesar Rp36,02 triliun.



Kenaikan ini dipicu lonjakan permintaan akan proyek perusahaan yang terbukti memiliki kualitas unggul. Seiring investasi di sejumlah proyek, kas BSDE hingga kuartal pertama tahun ini terkoreksi menjadi Rp5,65 triliun dari Rp6,11 triliun per 31 Desember 2015.

Peran Anak Usaha
Pada triwulan pertama tahun ini, SDE telah meluncurkan 3 klaster residensial di BSD City yaitu Sevilla Park, Vanya park Anartha Housedan The Mozia Amarine. Selain itu, di pipeline proyek BSDE, perusahaan melalui Entitas Anak, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) akan memulai pembangunan tahap pertama kawasan mixed-use di Jakarta Selatan dan apartemen Aerium di Jakarta Barat pada kuartal IV tahun ini.

Penjualan Lahan
Selain itu, BSDE tengah dalam tahap akhir pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan anak usaha PT Astra International Tbk, yakni PT Astratel Nusantara, dan PT Transindo Karya untuk mengejar target konstruksi tol Serpong-Balaraja tahun ini. BSDE berpotensi mendapat tambahan pendapatan dari penjualan lahan miliknya kepada konsorsium.

Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan tahap pertama dari ruas tol sepanjang 30 km tersebut. BSDE juga berencana melakukan akuisisi lahan pada tahun ini di beberapa lokasi yang sudah memiliki zin lokasi dan yang sudah dikembangkan, antara lain di Serpong, Bekasi dan ibubur.

Cadangan Lahan
Ekspansi lahan merupakan langkah strategis untuk menopang pengembangan proyek BSDE secara berkesinambungan. Hingga 31 Maret 2016, luas tanah yang belum dikembangkan milik BSDE mencapai 3.954,88 hektare dengan cadangan lahan paling luas berada di proyek BSD City, yaitu mencapai 2.307 hektare, yang tersebar di Tangerang, Bogor, dan Surabaya.

Sementara itu, sisanya tersebar di Jakarta, Palembang, Cibubur, Bekasi, Samarinda dan Balikpapan. Dengan sejumlah proyek dan rencana ekspansi tersebut, Nomura menilai BSDE memiliki probalitias tinggi, yaitu mencapai 7% atau di atas rata-rata industri properti yang sebesar 6%.

PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE)

Bumi Serpong Damai (BSD) atau BSD City (IDXBSDE) adalah salah satu kota terencana di Indonesia yang terletak di kecamatan SerpongTangerang Selatan. Kota ini diresmikan pada 16 Januari 1984. BSD City merupakan salah satu kota satelit dari Jakarta yang pada awalnya ditujukan untuk menjadi kota mandiri, di mana semua fasilitas disediakan di kota tersebut termasuk kawasan industriperkantoranperdaganganpendidikanwisata, sekaligus perumahan. Perencananya adalah Pasific Consultant InternationalJapan City Planning IncNihon Architect Engineer and Consultant Inc, dan Doxiadis; dan developernya adalah Sinarmas Land, anak perusahaan dari kelompok perusahaan konglomerat di Indonesia, Sinarmas Group, yang bekerja di bidang properti. Saat ini nama 'BSD' tidak mengacu ke sebuah singkatan, tetapi lebih berupa kata yang berdiri sendiri. Kelompok Sinar Mas lebih mempolulerkan nama BSD City sebagai pembeda dari developer sebelumnya, dan juga menambahkan slogan "Big City. Big Opportunity" untuk mempromosikan BSD City. Pada tahun 2005 kota ini telah memiliki 100.000 penduduk.
BSD City merupakan proyek kota terencana dengan total luas lahan terbesar di Indonesia, yaitu sebesar 6.000 hektar. Dalam total luas lahan yang maha luas ini, BSD City membagi tiga tahap pembangunan dari total luas lahan yang direncanakan. Tahap awal seluas 1.300 hektar. Tahap kedua akan dikembangkan seluas 2.400 hektaree dan sisanya seluas 2.300 hektar. BSD City memiliki beberapa pusat perbelanjaan seperti BSD PlazaITC BSDBSD JunctionGiant Hypermarket BSD, AEON Mall dan Teraskota. Di sini juga beberapa tempat rekreasi menarik seperti OceanPark Water Adventure seluas 7,5 hektaree yang merupakan salah satu Thematic Waterpark terbesar di Asia Tenggara. BSD City akan dihubungkan dengan 5 pintu tol, 2 diantaranya sudah dibuka sejak 1999.
VISI
Menjadi pengembang kota mandiri terkemuka dengan membangun kota yang nyaman, dinamis, dan lingkungan yang sehat.

MISI
- Membangun kota baru yang menyediakan produk pemukiman untuk semua segmen serta produk komersil yang meliputi usaha kecil, mengengah sampai dengan perusahaan besar.
- Meningkatkan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan